SEJARAH DESA

  19 April 2017  |  DESA REJOSARI

Menurut cerita para sesepuh Desa Rejosari masa kini,bahwa terjadinya Desa Rejosari dimulai pada tahun 1864. Ketika itu ada dua orang petani/pembuka lahan dari Desa Bakungan yang pada awalnya bertujuan untuk membuka atau meratakan tanah yang berbukit bukit untuk dijadikan sawah dengan jalan menggelontor tanah yang berbukit bukit tersebut atau meratakan tanah tanah bukit,dari dua orang petani dimaksud yang pada waktu itu sampai sekarang disebut mager sari bertambahlah jiwanya dan dari pertambahan jiwa tersebut maka bertambah pulalah orang orang yang membuka lahan lahan atau yang meratakan tanah yang berbukit bukit untuk dijadikan sawah atau kebon dan dijadikan pula tempat untuk bermukim sehingga tersebutlah kata menggelontor dengan kata nggontor sehingga lazim dan dengan mudahnya orang orang menyebutnya gontoran.

Pada awalnya Desa Rejosari merupakan wilayah Desa Bakungan pada waktu itu,karena tambah hari tambah bulan tambah tahun sebutan gontoran tersebut menjadi tambah rejo dan tambah sari maka disebutlah gontoran menjadi Desa Rejosari,dan mengajukan kepada pemerintah atasan untuk pisah dari Desa Bakungan (sekarang Bakungan) yang dibawah naungan pemerintah Hindia Belanda yang pusat pemerintahanya ada dipakis (sekarang kecamatan).akhirnya permintaan tersebut dikabulkan oleh pemerintah kecamataan yang ada waktu dibawah naungan hindia belanda maka terbentuklah desa rejosari yang pada waktu itu terkenal dengan sebutan gontoran,walaupun pada waktu itu mengajaukan pisah dengan Desa Bakungan,para penggagas pisah Desa rela tidak mendapatkan tanah ganjaran atau tanah bengkok dari pemerintah,asalkan pisah dari Desa induknya yaitu Desa Bakungan dikabulkan.dan pada umumnya orang kebanyakan dengan sebutan Desa Rejosari kurang paham/tau namun kalau disebut gontoran langsung paham dan tahu.

Adapun Desa Rejosari dibagi menjadi 2(dua) dusun,yaitu:

  1. Dusun Krajan
  2. Dusun Watu Ulo

Disebut dusun krajan, karena didusun inilah cikal bakal berdirinya Desa Rejosari,atau pada saat pertamanyalah penggontoran tanah yang berbukit bukit itu terjaadi,sebelum disebut dusun krajan disinilah disebut gontoran oleh para pembuka lahan dan masyarakat lainya.dusun ini terletak diwilayah selatan desa Rejosari tepatnya berbatasan dengan Desa Pendarungan kecamatan kabat dan kalau ingin ke Desa Pendarungan harus menyebrangi sungai besar yaitu Sungai Pakis dulu apabila hujan deras turun Sungai Pakis itu akan mengalami banjir,untuk menyebranginya harus menunggu air sungai mengecil baru bisa menyebranginya,karena pada waktu itu masih belum ada jembatanya,seiring dengan kemajuan jaman sebutan gontoran menjadi hilang secara berangsur angsur dan gontoran menjadi tambah rame atau sebutan laen tambah krajan maka disebutlah gontoran menjadi dusun krajan dan di gontoran atau krajan ini pulalah terletak pusat pemerintahan Desa.

Disebut dusun watu ulo konon di daerah ini yaitu persisnya di daerah yang sekarang merupakan perbatasan segitiga Desa Rejosari,Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah dan Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi terdapatlah batu dan bilamana dilihat nampaklah seperti seekor ular yang sedang tidur (persisnya disawah Pak.SUHANTO sekarang),maka oleh masyarakat sekitarnya batu itu disebut watu ulo dan untuk wilayah sekitarnya juga disebut demikian.

Karena Watu Ulo tersebut berada disegitiga perbatasan maka sekarang ini terdapatlah 3 (tiga) dusun yang berada di wilayah 3(tiga) desa/kelurahan antara lain:

  1. Dusun watu ulo yang masuk wilayah Desa Rejosari sekarang
  2. Dusun watu ulo yang masuk wilayah Kelurahan Bakungan sekarang ini Dan
  3. Dusun watu ulo yang masuk wilayah Kelurahan Kebalenan sekarang ini

Dusun ini terletak dibagian utara Desa Rejosari yang berbatasan dengan kelurahan Bakungan kecamatan Glagah,memanjang ketimur dan dibagian timurnya berbatasan juga dengan kelurahan Bakungan kecamatan Glagah dan kelurahan kebalenan kecamatan Banyuwangi.diwilayah dusun watu ulo ini ada juga wilayah lalangan.konon di wilayah ini (lalangan) yang sekarang ini masuk RW 2(Dua) dusun watu ulo banyak ditumbuhi perdu ilalang,maka oleh banyak orang wilayah ini disebut  lalangan.

untuk yang keluar wilayah desa,lalangan lebih dikenal masyarakat luar daripada watu ulo nya,karena lalangan terletak dipinggir jalan poros Desa,dipinggir jalan jurusan Banjarsari pendarungan namun yang ada di pemerintahan yang ada Cuma dusun watu ulo (tidak ada dusun lalangan) seperti halnya sebutan Rejosari oleh masyarakat diluar Desa juga kurang dikenal (kecuali orang yang sering berkecipung dalam bidan pemerintahan) dan setelah disebutkannya gontoran barulah masyarakat luar desa Rejosari itu paham bahwa Desa Rejosari itu dulunya adalah gontoran.

 

Selanjutnya berikut ini dipaparkan sejarah pemerintahan Desa Rejosari (orang orang yang pernah hidup menjadi kepala Desa Rejosari) untuk lebih jelasnya dapat kita llihat pada bagan berikut.

 

TABEL 

NAMA NAMA YANG PERNAH MENJABAT

SEBAGAI KEPALA DESA REJOSARI

 

 

No.

Nama

Masa Jabatan

Keterangan

1.

MARTIMAN/JOYOREJO

1865-1900

Kepala Desa  Pertama

2.

DJOCH / CITROSARI

1900-1941

Kepala Desa ke Dua

3.

MAD OEDJIR

1941-1949

Kepala Desa ke Tiga

4.

SUDOMO

1950-1965

Kepala Desa ke Empat

5.

MOEARIF

1965-1966

Kepala Desa ke Lima

6.

ABDUL RAZAK

1966-1973

Kepala Desa ke Enam

7.

ANDHOKO

1974-1990

Kepala Desa ke Tujuh

8.

SUPANDI

1990-2007

Kepala Desa ke Delapan

9.

NURHAYATI S.Pd

2007-skr

Kepala Desa ke Sembilan

Narasumber : Para Sesepuh dan Tokoh Masyarakat Desa Rejosari

Contact Details

  Alamat :   Jl. Rejosari no 54
  Email : dsrejosari028@gmail.com
  Telp. :
  Instagram :
  Facebook : Desaku Rejosari
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi